Edukasi Publik – Java Organizer

Latar Belakang

Indonesia sebagai negara berkembang menghadapi masalah-masalah sosial yang tidak sedikit baik di perkotaan maupun pedesaan. Masalah ini terkait dengan aspek-aspek kehidupan seperti kesenjangan penghasilan, ketimpangan pembangunan antara perkotaan dan pedesaan, kualitas kesehatan yang buruk, hubungan antar anggota masyarakat semakin renggang, bencana alam yang berdampak pada kehidupan sosial dan budaya, dan sebagainya. Salah satu masalah sosial tersebut adalah kenakalan remaja, seks bebas, NARKOBA dan HIV/AIDS. Menariknya lagi masalah-masalah ini sering diasosiasikan dengan generasi muda. Khusus bagi fenomena HIV/AIDS dikatakan sebagai fenomena gunung es di laut yang hanya puncaknya saja kelihatan di atas permukaan, namun di dasar laut volume es jauh lebih besar. Ini sungguh mengerikan karena menurut informasi di bidang kesehatan, belum ada obat yang jitu bisa mengobati penderita HIV/AIDS. Pelakunya sebagain besar usia yang masih sangat produktif bahkan masih di bangku sekolah atau perguruan tinggi.  Mereka awalnya mungkin coba-coba mengenal sesuatu yang baru atau dipengaruhi oleh teman, atau juga disebabkan oleh ketidakharmonisan di dalam kehidupan rumah tangga.

Sungguh disayangkan jika generasi yang sebenarnya mempunyai masa depan yang cerah harus terjerumus ke dalam tindakan amoral yang berbahaya seperti seks bebas yang bisa terjangkit penyakit kelamin atau bahkan HIV/AIDS. Mereka merasa bahagia dalam halunisasi. Kerusakan-kerusakan fisiologi, mental dan emosional akibat NARKOBA tidak ada bisa disembuhkan secara sempurna. Di satu pihak masyarakat Indonesia dikenal sebagai masyarakat religius dengan kebudayaannya yang tinggi, di pihak lain ada kecendrungan generasi mudanya terjerumus ke dalam perilaku amoral, seperti kenakalan remaja yang biasanya disertai dengan perilaku seks bebas, kecanduan obat-obat terlarang dan HIV/AIDS. Data-data dari badan-badan resmi pemerintah dan WHO memberikan informasi bahwa penderita HIV/AIDS terus meningkat per tahuannya. Bagaimana upaya kita untuk menangkal bahkah memecahkan masalah ini?

Sementara ini masalah-masalah sosial ini ditangani oleh pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah disamping pihak-pihak swasta. Keterlibatan tokoh-tokoh masyarakat atau agama memang sangat diharapkan agar angkanya menurun dan itu memang sudah dilakukan walaupun belum bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Selama ini belum ada kegiatan Outing Class & Gathering yang diisi dengan penyadaran atau kampanye akan bahaya seks bebas dan HIV/AIDS bagi generasi muda seperti pelajar dan mahasiswa. Mereka umumnya mengira bahwa Outing Class & Gathering adalah semata-mata bepergian jauh untuk bisa menikmati udara segar atau pemandangan atau kebudayaan yang tinggi jauh dari rumah sehingga hari libur dimanfaatkan untuk tujuan itu. Outing Class & Gathering sementara ini diisi dengan acara-acara liburan, megunjungi objek-objek wisata, melihat kebudayaan suatu daerah, menikmati kuliner daerah yang dikunjungi sehingga setelah yang bersangkutan pulang membawa kesan yang dalam.

Kegiatan-kegiatannya sangat sedikit berkaitan dengan study dalam pengertian ada kegiatan yang membuat peserta belajar sesuatu hal dari tidak tahu menjadi tahu. Melihat peserta Outing Class & Gathering adalah sebagian besar para remaja, kegiatan Outing Class & Gathering yang diselenggarakan sekolah atau perguruan tinggi bekerja sama dengan agen perjalanan wisata bisa disisipkan satu acara yaitu pencerahan atau kampanye mengenai pencegahan kenakalan remaja, seks bebas, HIV/AIDS, dan sebagainya. Dengan keadaan ini pencerahan dengan topik di atas dipandang sangat tepat ketika mereka menikmati keindahan daerah yang dikunjungi.

Setelah mengikuti acara ini timbul di dalam diri pemahaman tentang pentingnya pengetahuan dampak negatif kenakalan remaja yang berdampak pada sanksi sosial dan pidana, serta pentingnya edukasi tentang bahaya miras (minuman beralkohol) free seks, obat-obat terlarang / Narkoba – HIV-AIDS. Pencerahan dimaksud bisa dalam bentuk ceramah di dalam kendaraan di dalam perjalanan atau di ruang tertutup atau pementasa Bondress (lawak ala Bali) sehingga peserta disamping mendapatkan informasi yang benar dari orang yang memang sudah disiapkan untuk itu, peserta juga mendapat hiburan khas kesenian setempat. Hal ini bisa meluaskan pengetahuan dan pengalaman siswa/mahasiswa di dalam isu tersebut di atas.

Tujuan

Setelah mengikuti program ini, mahasiswa diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian kenakalan remaja, Seks bebas, NARKOBA dan HIV/AIDS dengan benar.
  2. Menjelaskan aspek-aspek hukum yang melarang tindakan kenakalan remaja, seks bebas, NARKOBA dan HIV/AIDS. dengan benar
  3. Menjelaskan aspek-aspek pendidikan yang menyebabkan remaja mencegah kenakalan remaja, seks bebas, NARKOBA dan HIV/AIDS dengan benar.
  4. Menjelaskan faktor-faktor sosial budaya yang menyebabkan remaja melakukan kenakalan remaja, seks bebas, NARKOBA dan HIV/AIDS dengan benar.
  5. Menguraikan solusi dari aspek-aspek hukum, pendidikan dan sosial-budaya untuk mengurangi bahkan mencegah kenakalan remaja, seks bebas, NARKOBA dan HIV/AIDS dengan benar.

Topik Bahasan

  1. Pengertian kenakana remaja, seks bebas, NARKOBA, dan HIV/AIDS
  2. Aspek hukum pencegahan dan pembrantasan kenakalan remaja, seks bebas, NARKOBA, dan HIV/AIDS  
  3. Aspek pendidikan kenakana remaja, seks bebas, NARKOBA, dan HIV/AIDS  
  4. Aspek sosial budaya kenakana remaja, seks bebas, NARKOBA, dan HIV/AIDS  
  5. Solusi atas kenakana remaja, seks bebas, NARKOBA, dan HIV/AIDS  
  6. Tanya Jawab